Impresi Terhadap Mazda3 Skyactiv-G

Created on Friday, 28 April 2017 Published on Friday, 28 April 2017
User Rating: Rating StarRating StarRating StarRating StarRating Star / 1
PoorBest 

Impresi Terhadap Mazda3 Skyactiv-G. Pertemuan dengan Mazda3 membawa kami flashback ke tahun lalu. Tepatnya di bulan September 2016, kami menjajal Mazda3 untuk melintasi 3 negara di Asia Tenggara, Thailand, Vietnam dan juga Laos.

Ditunjang dengan mesin bensin 2.000 cc bertenaga 165 dk, mobil ini teruji bisa menghadirkan handling yang pas sehingga enak dikendarai.
Impresi Terhadap Mazda3 SKYACTIV-G
Pada saat ini kami kembali berhadapan dengan 3 dalam kesempatan lebih formal di Mine Proving Ground Miyoshi, Jepang. Unit yang kami jajal juga berbeda. Menggunakan mesin bensin yang berkapasitas 1.496 cc 4 silinder.


Semburan tenaganya cuma 110 dk dengan torsi 144 Nm di putaran 3.500 rpm. Tidak lebih superior dibanding 3 yang kami jajal sebelumnya atau bahkan Mazda2 yang beredar di tanah air. Dimana dengan komposisi mesin yang sama, mesin 2 bisa menghasilkan tenaga sebesar 115 dk serta torsi sebesar 148 Nm. Kami sendiri putus asa pilihan mesin ini yang akan dipakai untuk menarik konsumen di Tanah Air melainkan lebih condong ke unit mesin 2.000 cc.

Walaupun begitu 3 tetap menyenangkan pada saat diajak bersenang-senang di trek. meski dimensi panjang dan juga lebarnya masing-masing melar 5 mm, hal ini tidak mengurangi kecekatan pada waktu menaklukkan tikungan. Potensi limbung terasa sedikit karena efek G-Vectoring Control (GVC).

GVC memberikan variasi tidak terlihat di torsi mesin ke roda depan, yang memungkinkan 3 menaklukkan sudut tikungan dengan lebih stabil. Yang kami rasakan GVC dapat mengkoordinasi antara mesin dan juga kontrol setir untuk memastikan transisi yang halus pada waktu melakukan manuver menikung serta lurus. Kontrol setir terasa lebih mudah sehingga kami tidak perlu memberikan input berlebihan pada saat mobil bergerak cepat memasuki tikungan.

Pergantian gigi otomatis 6 percepatan juga terasa sangat responsif sehingga membuat rasa mengemudi 3 semakin impresif. Tidak saja pada saat di trek. Implikasi GVC begitu terasa pada waktu sesi GVC Experience. Mula-mula mobil disimulasikan melaju pelan di 10 km/jam dan juga secara bertahap naik 30 km/jam. Handicap yang ada diibaratkan sebagai pejalan kaki yang menyeberang sehingga kami harus bermanuver gesit untuk menghindari benturan.

Terasa pada waktu setir dibelokkan spontan dengan cepat. Badan pengemudi dan juga penumpang bergeser ke samping akan tetapi tidak liar dan mengurangi kenyamanan. Pun waktu manuver di jalan lurus dengan kecepatan di atas 50 km/jam, bobot setir akan terasa lebih berat dan stabil. Hal ini baik utamanya saat pengemudi melakukan perjalanan jarak jauh hingga mengurangi efek kelelahan yang timbul lebih cepat apabila pengemudi lebih sering mengoreksi setir.

Tidak banyak perubahan yang terjadi di sisi eksterior 3. Bedah tampilan mulai dari gril baru yang membuatnya makin mirip CX-3, desain intake udara yang lebih pendek, lampu LED baru, serta sentuhan ulang di lampu sein.

Sementara pada bagian buritan ada perbaikan pada bagian bumper, fog lamp belakang, dan juga reflektor model baru. Beberapa kelengkapan pada interior juga turut ditingkatkan. Bisa terlihat dari modifikasi panel pada bagian depan dan njuga konsol tengah, setir baru yang lebih ergonomis dan hadirnya rem parkir elektris.

Baca juga informasi Mazda di Bandung

Sederet perubahan ini bisa menempatkan 3 jadi naik kelas dibanding pendahulunya. walaupun pilihan mesin untuk pasar tanah air belum ditentukan, ia dapat menjadi opilihan yang pas untuk Anda yang berorientasi pada kesenangan berkendara.

Hits: 244