Mazda Belum Menyerah dengan Mesin Rotary

Created on Thursday, 28 November 2013 Published on Thursday, 28 November 2013
User Rating: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
PoorBest 

Tokyo - Mesin rotary merupakan salah satu mesin ikonik yang dikembangkan Mazda. Produsen Jepang itu terus berupaya agar mesin rotary memiliki kadar gas buang setara dengan mesin berteknologi SKYACTIV.

Mesin ikonik Mazda, rotary sempat berjaya dalam industri otomotif pada 1980. Namun memasuki tahun 2000-an, mesin rotary 'tutup usia' karena terbukti tidak ramah lingkungan.

"Kami akan tetap cinta dan bangga pada mesin rotary. Saya pikir tetap mengembangkan mesin rotary. Tapi belum bisa diperkenalkan kembali untuk saat ini. Tapi secara bisnis dan teknologi mesin rotary akan terus kami kembangkan," kata Director and Senior Managing Executive Officer Mazda Motor Co, Yuji Nakamine seperti dilaporkan reporter detikOto, Muhammad Ikhsan dari Tokyo Motor Show 2013.

Nakamine menjelaskan mesin rotary terbaru akan memiliki banyak keunggulan, bahkan menyamai teknologi SKYACTIV Mazda.

"Mungkin nantinya mesin rotary akan memiliki beberapa keunggulan seperti yang paling memungkinkan adalah menggunakan hidrogen dan ukurannya bisa sekompak mungkin," ucapnya.

Mazda, seperti yang diungkapkan Nakamine terus mencari jalan keluar agar mesin ikoniknya kembali diterima di pasar otomotif dunia. Mazda pun tidak akan melupakan mesin rotary karena mesin ini sukses membawa Mazda menjadi pemimpin di industri otomotif dalam hal teknologi mesin. Pasalnya hanya Mazda yang mengembangkan mesin rotary.

Dan untuk sementara ini, Mazda masih belum menyerah dengan mesin rotary. Mazda akan memperkenalkan mesin rotary terbaru dengan kemasan berbeda dan lebih kompetitif.

"Kami belum menyerah dengan mesin rotary. Dan karena teknologi SKYACTIV sangat ramah bahan bakar sehingga nantinya mesin rotary harus bisa seperti itu. Oleh karena itu sementara ini rotary belum bisa diperkenalkan kembali ke publik," tutupnya. - Mazda Bandung

Sumber :
Muhammad Ikhsan - detikOto

 

 

 

Hits: 1242