Mazda 6 Terbaru Hadir Dengan Skyactiv

Created on Tuesday, 19 November 2013 Published on Tuesday, 19 November 2013
User Rating: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
PoorBest 

Carmall.com - Generasi ketiga Mazda 6 baru saja diluncurkan di Indonesia pada Rabu, 10 April 2013 lalu. Mobil yang masuk segmen kelas menengah ini mendapatkan perombakan secara total, baik dari segi desain eksterior, interior, mesin, sampai teknologi yang diusungnya.

Berbicara mengenai teknologi yang dibenamkan ke dalam 'tubuh' sedan empat pintu ini, pihak Mazda mengunggulkan Skyactiv. Ini merupakan 'paket' teknologi yang berkaitan dengan sistem keselamatan dan manajemen mesin yang mampu menekan angka konsumsi bahan bakar tanpa mengorbankan peforma mobil. Teknologi apa saja yang disematkan oleh insinyur Mazda untuk generasi terbaru ini? Kita simak ulasan singkatnya berikut ini.

Secara keseluruhan, aplikasi teknologi SKyactiv ini membuat konsumsi BBM pada generasi terbaru Mazda6 ini lebih irit BBM 20 % dibanding penduhulunya.

Mazda 6 Hadir dengan Skyactiv.

i-Stop
Sistem ini disebut juga Idling Stop System yang akan mematikan mesin saat mobil berhenti, misalnya di traffic light. Mesin mobil akan mati saat Electric Double-Layer Capacitor (EDLC) terisi penuh, sehingga semua komponen yang berhubungan dengan kelistrikan bisa aktif pada saat mesin mati. Mesin akan kembali hidup dengan prioritas keamanan dan kenyamanan. Jadi, ketika suhu kabin mulai meningkat dan membutuhkan AC, maka mesin akan hidup secara otomatis.

Ketika pengemudi ingin melajukan mobil kembali, mesin akan hidup ketika pedal gas diinjak. Catatan waktu tersebut cukup cepat karena sistem memposisikan piston sedemikian rupa agar siap untuk pembakaran berikutnya. i-Stop juga memonitor suhu mesin, suhu kabin, dan input pengemudi ke pedal rem, tuas transmisi, dan roda kemudi.

Sistem ini diklaim memberikan kontribusi penghematan konsumsi BBM 5 % dibanding versi sebelumnya.

i-ELOOP
Ini merupakan sistem pengereman regeneratif yang dikembangkan oleh Mazda. Sistem ini memanfaatkan energi yang terbuang saat deselarasi atau pengereman berlangsung. EDLC berkekuatan 120 farad akan menyimpan sejumlah energi dan memungkinkan untuk diekstrak secara efisien. Energi yang dihasilkan oleh EDLC ini akan disalurkan ke komponen listrik Mazda 6, seperti lampu utama, sistem kontrol AC, sistem audio, dan sistem kelistrikan mesin.

Sistem ini juga diklaim memberikan kontribusi penghematan konsumsi BBM 5 % dibanding versi sebelumnya.

i-ACTIVSENSE
Mazda dalam mengembangkan generasi terbaru 6 ini juga tak melupakan unsur keamanan. Oleh karena itu, produsen mobil asal Jepang ini menyematkan sistem i-ACTIVSENSE yang terdiri dari beberapa sistem keselamatan, seperti Smart City Brake Support yang akan membantu pengemudi untuk mengerem ketika sedang berjalan dengan kecepatan 4-30 km/jam. Lalu ada Rear Vehicle Monitoring yang akan memantau kendaraan di belakang mobil dengan jarak 50 meter yang ada di sebelah kanan dan kiri. Ini membantu pengemudi ketika ingin berpindah jalur.

Selain itu juga ada Lane Departure Warning System yang akan memberi peringatan kepada pengemudi jika mobil mulai berjalan menyimpang dari jalur seharusnya. Sistem ini tidak akan aktif jika pengemudi berpindah jalur dengan menyalakan lampu sein. Selanjutnya ada High Beam Control System yang membantu pengemudi ketika berkendara pada malam hari. Dan yang terakhir adalah Adaptive Front-Lighting System yang membantu pengemudi ketika melintas di tikungan ketika malam hari. Jadi, sinar lampu ikut berbelok sesuai dengan putaran kemudi dan kecepatan mobil.Carmall.com - Generasi ketiga Mazda 6 baru saja diluncurkan di Indonesia pada Rabu, 10 April 2013 lalu. Mobil yang masuk segmen kelas menengah ini mendapatkan perombakan secara total, baik dari segi desain eksterior, interior, mesin, sampai teknologi yang diusungnya.

Berbicara mengenai teknologi yang dibenamkan ke dalam 'tubuh' sedan empat pintu ini, pihak Mazda mengunggulkan Skyactiv. Ini merupakan 'paket' teknologi yang berkaitan dengan sistem keselamatan dan manajemen mesin yang mampu menekan angka konsumsi bahan bakar tanpa mengorbankan peforma mobil. Teknologi apa saja yang disematkan oleh insinyur Mazda untuk generasi terbaru ini? Kita simak ulasan singkatnya berikut ini.

Secara keseluruhan, aplikasi teknologi SKyactiv ini membuat konsumsi BBM pada generasi terbaru Mazda6 ini lebih irit BBM 20 % dibanding penduhulunya.

Mazda 6 Hadir dengan Skyactiv.

i-Stop
Sistem ini disebut juga Idling Stop System yang akan mematikan mesin saat mobil berhenti, misalnya di traffic light. Mesin mobil akan mati saat Electric Double-Layer Capacitor (EDLC) terisi penuh, sehingga semua komponen yang berhubungan dengan kelistrikan bisa aktif pada saat mesin mati. Mesin akan kembali hidup dengan prioritas keamanan dan kenyamanan. Jadi, ketika suhu kabin mulai meningkat dan membutuhkan AC, maka mesin akan hidup secara otomatis.

Ketika pengemudi ingin melajukan mobil kembali, mesin akan hidup ketika pedal gas diinjak. Catatan waktu tersebut cukup cepat karena sistem memposisikan piston sedemikian rupa agar siap untuk pembakaran berikutnya. i-Stop juga memonitor suhu mesin, suhu kabin, dan input pengemudi ke pedal rem, tuas transmisi, dan roda kemudi.

Sistem ini diklaim memberikan kontribusi penghematan konsumsi BBM 5 % dibanding versi sebelumnya.

i-ELOOP
Ini merupakan sistem pengereman regeneratif yang dikembangkan oleh Mazda. Sistem ini memanfaatkan energi yang terbuang saat deselarasi atau pengereman berlangsung. EDLC berkekuatan 120 farad akan menyimpan sejumlah energi dan memungkinkan untuk diekstrak secara efisien. Energi yang dihasilkan oleh EDLC ini akan disalurkan ke komponen listrik Mazda 6, seperti lampu utama, sistem kontrol AC, sistem audio, dan sistem kelistrikan mesin.

Sistem ini juga diklaim memberikan kontribusi penghematan konsumsi BBM 5 % dibanding versi sebelumnya.

i-ACTIVSENSE
Mazda dalam mengembangkan generasi terbaru 6 ini juga tak melupakan unsur keamanan. Oleh karena itu, produsen mobil asal Jepang ini menyematkan sistem i-ACTIVSENSE yang terdiri dari beberapa sistem keselamatan, seperti Smart City Brake Support yang akan membantu pengemudi untuk mengerem ketika sedang berjalan dengan kecepatan 4-30 km/jam. Lalu ada Rear Vehicle Monitoring yang akan memantau kendaraan di belakang mobil dengan jarak 50 meter yang ada di sebelah kanan dan kiri. Ini membantu pengemudi ketika ingin berpindah jalur.

Selain itu juga ada Lane Departure Warning System yang akan memberi peringatan kepada pengemudi jika mobil mulai berjalan menyimpang dari jalur seharusnya. Sistem ini tidak akan aktif jika pengemudi berpindah jalur dengan menyalakan lampu sein. Selanjutnya ada High Beam Control System yang membantu pengemudi ketika berkendara pada malam hari. Dan yang terakhir adalah Adaptive Front-Lighting System yang membantu pengemudi ketika melintas di tikungan ketika malam hari. Jadi, sinar lampu ikut berbelok sesuai dengan putaran kemudi dan kecepatan mobil. - Mazda Bandung

Hits: 1268